Sejarah churros ternyata tidak sesederhana bentuknya yang simpel, melainkan ia punya kisah panjang penuh lika – liku selama ratusan tahun lamanya. Cara membuatnya akun slot online pun cukup mudah untuk kita praktikan sendiri di rumah, sehingga sangat cocok untuk jadi sarana kegiatan baru selama social distancing beberapa waktu belakangan.

Churros adalah sajian kue tradisional khas warga penduduk negara Spanyol, kemudian tersebar pula hingga menuju wilayah Amerika Latin. Penganan ringan ini telah bertahan meskipun zaman terus saja datang silih berganti seakan tak lekang oleh waktu yang membuatnya selalu eksis sepanjang masa.

Sejarah Churros Si Kue Goreng Asal Spanyol

Pada zaman dahulu kala, pertama kali churros diciptakan bukanlah untuk sekedar menjadi cemilan ataupun jajanan kaki lima saat sedang memainkan permainan judi slot online & casino seperti pada masa sekarang kita harus mengakses link joker123 baru dapat merasakan cemilan slot di dunia online. Churros di masa kemunculan pertamanya lebih sering menjadi menu sarapan, ditemani saus coklat hangat sebagai cocolan, lalu penutupnya sudah pasti minuman legendaris bernama kopi susu atau dalam bahasa Spanyol berarti café con leche.

Café con leche memiliki sejumlah kemiripan persis seperti café latte nya orang Italia, terdiri dari ekstrasi kopi pekat yang telah diencerkan dengan susu hangat mengandung foam halus padanya. Sebelum penulis coba lanjutkan, harap diketahui bahwa pada dasarnya kisah asli penemuan kue ini masih simpang siur, sehingga ada begitu banyak versi cerita tentang asal mula churros yang lezat ini.

Sejarah Churros Ada Dua Versi Terkenal di Dunia

Sejarah Churros yang paling banyak dikenal sejatinya ada dua versi, dan keduanya sangat bertolak belakang seakan datang dari dua dunia berbeda. Churros diduga kuat pertama kali ditemukan oleh kaum penggembala asal Spanyol yang masih memiliki budaya hidup nomaden khususnya pada daerah dataran tinggi.

Karena kebiasaan tersebut yang terlanjur mendarah daging, mereka jadi kesulitan setiap kali hendak memakan roti, karena lokasinya jauh berada di pusat kota. Mencoba memutar otak untuk menciptakan penggantinya, akhirnya mereka pun berhasil membuat resep churros yang bentuknya terinspirasi dari tanduk domba berjenis ‘Navajo-Churro’.

Sejarah Churros Ada Dua Versi Terkenal di Dunia

Maka dari itulah, churros sangat sederhana jika kita lihat dari metode pembuatannya, yaitu hanya dengan teknik menggoreng saja pada wajan yang telah dipanaskan. Sebagian penduduk Spanyol pun hingga kini masih percaya dengan versi cerita berikut karena dirasa paling relate di antara keduanya ketimbang kisah yang satu lagi.

Alkisah, di masa lampau bangsa Portugis sempat bertandang ke negeri China dan secara kebetulan mencicipi kue bernama you tiao, atau di Indonesia lebih familiar dengan sebutan cakwe. Para pelaut asing tersebut begitu terkesan dengan rasanya yang renyah pada kulit, namun empuk dagingnya, serta memiliki citarasa gurih asin.

Wajib Menggunakan Adonan Dasar Khas Spanyol

Melanjutkan kisah sejarah churros versi kedua, para pelaut Portugis ini tertarik untuk membawa you tiao ke kampung halamannya dan memodifikasi menjadi lebih manis. Jika makanan khas Portugal bolinhos terbuat dari croquettes yang terkenal, maka demikian hal nya terdapat sejumlah kemiripan dari segi bentuk antara churros dengan cakwe yang sering kita lihat di pinggir jalan hingga mal besar.

Agar bisa menguasai teknik serta resep cara membuat churros, maka pertama – tama kita mesti mengenal terlebih dahulu dengan adonan bernama choux. Ia sebetulnya merupakan adonan utama dalam pembuatan berbagai macam pastry maupun kudapan khas Eropa seperti eclairs, cullers, profiterolle, hingga beignets, dan tidak ketinggalan pula pastinya si churros lezat ini.

Wajib Menggunakan Adonan Dasar Khas Sejarah Churros

Bahan dasar choux sangat sederhana dan mudah sekali kita temukan di gerai toko kue terdekat, walaupun di warung kelontong perumahan. Misalnya saja seperti mentega, air, telur, dan sudah pasti tepung terigu seperti halnya adonan pastry pada umumnya, namun beberapa waktu belakangan mulai muncul juga versi tanpa telurnya agar lebih ramah bagi mereka yang alergi terhadap protein telur.

Kendati lebih banyak mendapat pengakuan sebagai jajanan tradisional, churros pada era sekarang seringkali mengalami sejumlah perombakan signifikan baik dari segi bentuk dan rasa. Mulai dari yang paling kekinian yaitu churros red velvet, isian keju, atau sekedar ditambahkan saus karamel, hingga bahkan salah satu brand biskuit ternama tidak luput dari versi modifikasi terbaru yaitu churros Oreo.